Operasi senyap aparat kepolisian di Pluit membuka tabir dugaan jaringan “open BO” yang selama ini berjalan rapi di balik aktivitas hotel. Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas keluar-masuk tamu yang tidak biasa di lokasi tersebut. Kondisi itu kemudian memicu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Dari hasil pemantauan awal, petugas menemukan indikasi adanya pengaturan transaksi. Transaksi tersebut diduga melibatkan sejumlah perempuan dan pihak yang berperan sebagai penghubung. Simak selengkapnya hanya di Investigasi dan Fakta Kejahatan. Dua Mucikari Bermodus “Open BO” Aparat kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa berhasil mengungkap dugaan praktik prostitusi terselubung. Aktivitas tersebut diduga berkedok layanan “open BO” di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Dalam operasi tersebut, dua perempuan berinisial N dan W diamankan. Penangkapan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah hotel di wilayah itu. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam dan penyamaran sebagai pelanggan. Dari hasil operasi tersebut, petugas menemukan adanya praktik transaksi jasa seksual yang melibatkan beberapa perempuan muda yang diduga direkrut oleh para pelaku untuk melayani pelanggan. Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Indra Basuki, menyampaikan bahwa kedua pelaku berperan sebagai mucikari yang mengatur jalannya transaksi, mulai dari pencarian pelanggan hingga pengaturan lokasi pertemuan di hotel. POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL 🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. 📲 DOWNLOAD SEKARANG Berawal dari Laporan Warga Kasus ini terungkap setelah masyarakat melaporkan adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan praktik prostitusi di salah satu hotel kawasan Pluit. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim kepolisian dengan melakukan penyelidikan secara rahasia. Dalam prosesnya, petugas melakukan penyamaran sebagai pelanggan untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima. Dari hasil penyelidikan tersebut, diketahui adanya aktivitas transaksi yang mengarah pada praktik “open BO” yang diatur oleh seorang perempuan berinisial W. Setelah itu, tim kepolisian melakukan pemantauan lanjutan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku lain berinisial N yang datang ke lokasi bersama beberapa perempuan yang diduga sebagai pekerja jasa tersebut. Baca Juga: Skandal ASN Bogor! Bupati Minta Inspektorat Bongkar Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan Hotel Pluit Dan Modus Transaksi Terselubung Puncak pengungkapan kasus ini terjadi saat polisi melakukan penggerebekan di salah satu kamar hotel di lantai 7 kawasan Pluit. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan seorang perempuan yang sedang berada di dalam kamar bersama seorang pria yang bukan pasangan sahnya. Selain itu, beberapa perempuan lain juga diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait peran mereka dalam jaringan tersebut. Polisi menduga para korban direkrut melalui jaringan pertemanan dan dunia hiburan malam yang sudah lama terbentuk. Dalam praktiknya, para mucikari diduga menetapkan tarif tertentu kepada pelanggan, di mana sebagian besar keuntungan dibagi antara pelaku dan perempuan yang terlibat. Polisi juga menemukan adanya sistem pembayaran uang muka sebelum transaksi dilakukan. Polisi Dalami Peran Mucikari Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa masing-masing pelaku memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut. Tersangka W diduga sebagai pengelola utama yang mengatur transaksi, sementara N berperan sebagai penghubung yang mencari dan menawarkan perempuan kepada pelanggan. Keduanya disebut memperoleh keuntungan bervariasi dari setiap transaksi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kesepakatan dengan pelanggan. Polisi menegaskan bahwa praktik tersebut masuk dalam dugaan tindak pidana yang melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Polsek Kawasan Sunda Kelapa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang lebih luas di balik praktik tersebut. Sumber Informasi Gambar: Gambar Pertama dari nasional.kompas.com Gambar Kedua dari nasional.kompas.com Post navigation Terungkap! Polres Mojokerto Ringkus Pelaku Pencabulan Disertai Kekerasan Geger! N Co Living Bali Diduga Jadi Sarang Narkoba, Sosok Bosnya Jadi Sorotan