Empat pekerja tewas tragis di proyek bangunan di Jakarta Selatan, sekilas ini tampak seperti kecelakaan kerja biasa. Mandor yang bertanggung jawab bahkan disebut memerintahkan pekerjaan tanpa pengawasan dan prosedur keamanan yang ketat. Sementara itu, pemilik gedung tampaknya belum memastikan standar keselamatan kerja diterapkan dengan benar, membuka kemungkinan pelanggaran hukum yang serius. Simak selengkapnya hanya di Investigasi dan Fakta Kejahatan. Tragedi Proyek Bangunan Di Jakarta Selatan Jakarta Selatan kembali digemparkan oleh tragedi di proyek konstruksi yang menelan korban jiwa. Empat pekerja dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami sesak napas saat bekerja di proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat, 3 April 2026. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait keselamatan kerja di proyek-proyek konstruksi di ibu kota. Peristiwa tragis ini terjadi saat beberapa pekerja diminta untuk menguras tangki air di lantai dasar (basement) gedung. Tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, beberapa pekerja terjatuh ke dalam tangki sedalam tiga meter. Upaya rekan mereka untuk menyelamatkan korban justru menambah jumlah korban yang terdampak. Hingga akhirnya korban yang selamat dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo, namun sayangnya empat pekerja dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis. Kronologi kejadian ini memicu perhatian aparat kepolisian setempat dan masyarakat luas mengenai penerapan standar keselamatan di proyek konstruksi. POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL 🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. 📲 DOWNLOAD SEKARANG Polisi Akan Periksa Mandor Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menyatakan bahwa pihak kepolisian akan segera memeriksa mandor dan pemilik gedung sebagai saksi terkait dugaan kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan kerja ini. Pemeriksaan dijadwalkan pada pekan depan untuk menggali lebih dalam penyebab insiden dan kemungkinan kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja. “Kami akan memeriksa mandor dan pemilik gedung terkait dugaan kelalaian. Semua saksi yang relevan akan dimintai keterangan,” ujar Kompol Nurma Dewi. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa tanggung jawab terhadap keselamatan pekerja di proyek konstruksi ditegakkan sesuai hukum. Masyarakat berharap pemeriksaan ini akan membawa transparansi dan memastikan tidak ada pihak yang lepas dari tanggung jawab. Keselamatan pekerja menjadi isu utama, terutama di tengah proyek pembangunan gedung tinggi yang semakin marak di Jakarta Selatan. Baca Juga: Terbongkar Dugaan Pungli WNA di Batam, Jabatan Kepala Imigrasi Langsung Dicopot Kronologi Lengkap Tragedi Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat dua pekerja diperintahkan untuk membuka penutup tangki air bersih di basement gedung. Ketika proses berlangsung, korban pertama terjatuh ke dalam tangki dan rekan kerjanya yang mencoba menolong ikut terperosok. Hal ini menyebabkan empat pekerja terjatuh sekaligus. Selain itu, tiga pekerja lain mengalami sesak napas akibat hawa panas dan bau gas dari tangki air yang tertutup rapat. Mereka sempat dibawa ke rumah sakit, dan meski mendapat pertolongan medis, empat pekerja dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal antara lain YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) asal Bandung Barat, dan MF (19) asal Bandung Barat. Insiden ini menyoroti pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur keselamatan kerja yang ketat. Kurangnya perlindungan pada proyek ini menjadi pelajaran penting bagi pengelola proyek lainnya agar tragedi serupa tidak terulang. Ancaman Hukum Dan Harapan Masyarakat Dugaan kelalaian ini bisa menjerat mandor dan pemilik gedung sesuai dengan peraturan keselamatan kerja yang berlaku. Polisi menegaskan bahwa seluruh saksi, termasuk mandor dan pemilik, akan diperiksa secara mendalam. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam kecelakaan yang menelan empat nyawa tersebut. Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat mengungkap fakta di balik tragedi ini dengan transparan. Selain itu, langkah preventif dari pihak pengelola proyek sangat diperlukan, termasuk pelatihan keselamatan, penggunaan APD, dan pengawasan ketat selama aktivitas konstruksi. Tragedi ini juga menjadi pengingat bagi pekerja dan masyarakat umum untuk selalu waspada terhadap risiko kerja di proyek konstruksi. Pemerintah daerah dan pihak berwenang diminta untuk memastikan standar keselamatan dijalankan secara konsisten di seluruh proyek bangunan di Jakarta Selatan. Sumber Informasi Gambar: Gambar Pertama dari nasional.kompas.com Gambar Kedua dari nasional.kompas.com Post navigation Terbongkar Dugaan Pungli WNA di Batam, Jabatan Kepala Imigrasi Langsung Dicopot Bikin Geram! Sopir Bajaj Jadi Korban Pemalakan di Tanah Abang, Pelaku Diciduk Polisi