Tragis! Seorang petani di Sumsel tewas dibacok anak tirinya di tengah ladang, polisi masih menyelidiki motif di balik pembunuhan ini. Kejadian memilukan terjadi di Sumatera Selatan, saat seorang petani tewas dibacok oleh anak tirinya di tengah ladang. Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan menyisakan pertanyaan besar tentang motif di balik tindakan brutal tersebut. Polisi kini tengah menyelidiki kasus ini untuk mengungkap fakta sebenarnya. Tetap simak di Investigasi dan Fakta Kejahatan. Tragis! Petani Sumsel Tewas Dibacok Anak Tiri Seorang petani bernama Nurdin (59) ditemukan tewas setelah dibacok anak tirinya, RH (29), di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Kamis (19/2/2026). Peristiwa ini mengejutkan warga setempat. Kasat Reskrim PALI, AKP Nasron Junaidi, mengungkapkan pembacokan terjadi pada pagi hari di rumah korban, Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Simpang Babat, tetapi nyawanya tidak tertolong. Polisi telah mengamankan pelaku dan masih melakukan pemeriksaan mendalam. Nasron menegaskan proses hukum akan dijalankan secara tuntas, sementara masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang berkembang. Kronologi Pembacokan Dan Luka Korban RH diduga membacok ayah tirinya menggunakan parang hingga menyebabkan luka parah di beberapa bagian tubuh. Luka terlihat di punggung kiri, punggung kanan, leher belakang, telinga kanan, dan kepala sebelah kanan. Korban sempat diberikan pertolongan, tetapi kondisi luka yang parah membuatnya meninggal dunia di lokasi penanganan. Kasus ini memicu keprihatinan warga karena terjadi di lingkungan keluarga sendiri. Pihak kepolisian mencatat insiden bermula dari percekcokan terkait uang hasil penjualan emas keluarga dan utang piutang yang belum terselesaikan. Pelaku dan korban sempat berbicara di kebun tak jauh dari rumah sebelum terjadi kekerasan. Baca Juga: Dua Pria Lampung Ditangkap, Edarkan Ekstasi di Jakarta Pusat Motif Di Balik Aksi Tragis Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa pembacokan dipicu rasa kecewa dan ketidakpuasan pelaku terkait pengelolaan uang penjualan emas. Dari Rp 2,4 juta hasil penjualan, Rp 1 juta disimpan, dan Rp 1,4 juta dipakai untuk menebus sepeda motor yang sempat digadaikan. RH mempertanyakan keberadaan sepeda motor yang telah ditebus tersebut karena tidak bisa digunakan. Situasi pun memanas ketika korban menggebrak meja dan melontarkan kata-kata keras kepada pelaku. Kasat Reskrim menegaskan, ketegangan yang awalnya berupa percekcokan berujung pada kekerasan fisik yang fatal. Motif sementara diduga kuat karena rasa tidak puas dan kekecewaan pelaku terhadap ayah tirinya terkait persoalan keuangan keluarga. Tindakan Polisi Dan Proses Hukum Polres PALI langsung menangkap pelaku dan mengamankannya di tahanan Polres. Polisi melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan motif, kronologi, dan bukti di lapangan. Nasron meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak menyebarkan spekulasi yang dapat memicu ketegangan sosial di lingkungan sekitar. Kejadian ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian di wilayah PALI. Selain memeriksa pelaku, polisi juga mengambil keterangan saksi keluarga dan warga sekitar. Langkah ini penting untuk memperkuat bukti sebelum kasus diajukan ke pengadilan. Pesan Untuk Masyarakat Dan Penutup Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya penyelesaian konflik keluarga secara damai. Masalah keuangan dan harta warisan sebaiknya diselesaikan tanpa kekerasan. Korban Nurdin telah dikebumikan pada Kamis (19/2/2026), meninggalkan keluarga dan masyarakat desa yang berduka. Aparat kepolisian memastikan kasus ini tidak berhenti dan pelaku akan diproses sesuai hukum. Kasat Reskrim PALI menegaskan agar warga menahan diri dari provokasi dan tetap menjaga ketertiban. Polisi akan mengungkap fakta secara tuntas agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan. Sumber Informasi Gambar: Gambar Pertama dari detik.com Gambar Kedua dari istockphoto.com Post navigation Polisi Bongkar Sindikat Maling Hotel Mewah Jakarta, Kerugian Fantastis! Geger KRL Jakarta Ke Bogor! Penumpang Diduga Alami Pelecehan, Begini Kronologinya